RENDAH HATI VS SOMBONG


“nih foto saya dengan artis XWZ, dia baik… nah kalo si ABC orangnya sombong abis!” seru teman saya sembari menunjukkan foto fotonya kepada saya. saya cuma mengangkat alis dan tidak komentar. … komentar dikit sih, cuma bilang “oh, begitu ya?!”

Mari kita lihat definisi sesuai Islam biar sepakat satu suara dan komplit. Berdasarkan sunnah hadits, Kriteria sombong cuma dua, yaitu menyangkal kebenaran dan merendahkan orang lain. selesai.

Menyangkal kebenaran, itu tidak perlu dibahas disini, kita bahas satunya saja, merendahkan orang lain. Ini adalah topik yang menarik dan sekaligus mendebarkan. loh kenapa? karena, bila kita tidak hati hati ….

kita bisa dalam kategori sombong ini.

Kadang saya berpikir, orang yang rendah diri itu sepertinya jadi lebih aman karena dia tidak memandang dirinya lebih tinggi daripada orang lain, justru merasa lebih rendah daripada orang lain. Sayangnya sikap rendah diri adalah bukan landasan yang baik untuk mencapai suatu keberhasilan. keberhasilan membutuhkan kepercayaan diri yang cukup.

Bedakan dengan orang rendah hati, dia bisa menunjukkan sikap yang tidak merendahkan orang lain. Ini lumayan bagus, karena intinya adalah tidak merendahkan orang lain. Sikap rendah hati adalah sikap ideal pendukung pencapaian keberhasilan hampir bidang apapun juga.

kabar baiknya, banyak diantara kita bisa bersikap rendah hati seperti itu. Salah satu alasannya adalah faktor budaya asia yang terbiasa dengan ramah, sopan, santun dan santen.

kabar buruknya, banyak diantara kita masih terbiasa merendahkan orang lain dalam bentuk tersamar.

Inilah salah satu alasan kenapa terlalu sering kita menilai orang lain itu merugikan diri kita. seperti mengakibatkan penyakit hati kambuh, sehingga menjatuhkan orang yang kita iri kan tersebut. Contoh populer : gosipin orang lain. kita jadi sibuk membuang waktu mencari cari kesalahan dan kekhilafan orang lain, saat bersamaan orang yang digosipkan tersebut berkembang dari kesalahannya. Kerugian berlipat ganda lengkap dengan dosanya.

makanya saya mulai jarang menonton program gosip..

Dengan mengurangi penilaian ke orang lain dan menambah terus penilaian ke diri kita sendiri, ( ternyata keburukan kita jauh lebih banyak dari yang kita pikir ), kita bisa lebih proporsional dalam memahami kenapa orang lain itu melakukan kesalahan, khilaf,gagal, dan sebagainya.

Dengan begitu, kita memperkuat landasan diri agar mampu lebih rendah hati dan terjaga dari sifat sombong…. ya, itu kalau kita secara sadar mengusahakannya secara konsisten, kalau tidak …

tentu balik lagi ke kebiasaan lama, merendahkan orang lain secara tersamar.

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s