HIDUP PERMANEN


Secara harafiah kita menyukai hidup tanpa tantangan, hambatan, perubahan dan keruwetan. Kita menyukai hidup ketika segala hal berjalan lancar, penuh suka cita dan “mengalir seperti air”. Ngomong ngomong, “hidup seperti air yang mengalir” ini adalah senjata andalan bagi hampir banyak orang ketika ditanya pertanyaan seperti “Bagaimana sih cara anda lalui kehidupan?”

Kadang kita menyampaikan hal seperti itu karena untuk mempersingkat saja penjelasannya, daripada repot repot jelasin cara hidup kita dan sebagainya, kan enak tinggal bilang “yah, seperti air mengalir lah..”. Entah apa pernyataan itu mereka pahami atau hanya sekedar ikut ikutan orang lain.

Saya sering dengar banyak artis berkata demikian … anda mau ikut ikutan ?
Norman Vincent Peale, mengungkapkan dalam bukunya Positive thinking, bahwa tidak apa bila kita hidup seperti air mengalir, dengan artian sifat air yang fleksibel terhadap segala macam materi yang dilaluinya. Bukan dalam artian pasrah sepenuhnya terhadap kehidupan sekitar kita.

Kita perlu menerima fakta bahwa dalam hidup kita terdapat banyak sekali hal yang perlu kita tanggapi dari berbagai arah yang berbeda setiap hari kita lalui. Satu hal yang pasti, kita tidak bisa membiarkan hal itu begitu saja datang kepada kita, kita perlu menanggapinya secara sadar atau tidak.

Ketika hujan turun, kita pasti bereaksi tertentu, entah mengeluh, mungkin mengambil payung, membatalkan janji temu dan sebagainya. Bagaimana bila malam hari saluran telepon anda tiba tiba putus? Listrik mati, pompa air gak jalan, belum mandi, gas kompor habis, belum makan, gak ada lauk, gak ada pembantu, gak bisa masak dan mobil mogok? ( pastilah hari tersial anda )

Sepertinya kita perlu mempertimbangkan kosa kata “hidup permanen” ini dalam pikiran kita, karena sangat jelas sekali tidak akan pernah berhenti kejadian yang tidak terduga di hadapan kita. Mungkin kita bisa menggantinya dengan “hidup terus berjalan” … atau “hidup dalam proses” …. atau mungkin anda punya istilah yang lain?

Oh ya, mungkin perlu koreksi sedikit.

Ternyata ada tempat dimana istilah “hidup permanen” ini bisa digunakan. Tempat ini adalah tempat paling ideal, karena tidak ada hambatan, masalah rumit , segala hal berjalan sebagaimana mestinya, dan bahkan tidak ada satupun gangguan dari luar yang bisa mengganggu hidup kita di tempat itu. Baik kritikan, sindiran, maupuan penilaian dari orang lain. intinya tidak ada stress di tempat itu … hmm keliatannya enak juga, mau kesana? Tenang saja, anda akan kesana …

karena tempat itu adalah kuburan.

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s